Prang! Aku menutup telinga. Entah sudah barang ke berapa yang pecah. Selanjutnya yang dapat aku dengar dari sudut kamarku hanyalah teriakan bersahut-sahutan. Aku menebak-nebak suara siapa yang lebih tinggi. Mungkin mereka lebih cocok bergabung dengan masa di luar sana yang menuntut kenaikan upah buruh. Sejauh yang kuingat, pertengkaran ini adalah kali ketiga dalam minggu ini. Jangan-jangan mereka lupa kalau aku juga punya hak atas pendengaranku di rumah ini. Aku menarik selimutku lagi, menenggelamkan tubuhku lebih dalam lagi. Seandainya aku punya kakak atau adik, mungkin akan lebih melegakan untuk melewati suasana seperti ini.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Jumat, 24 Oktober 2014
Akan Menjadi Aku
Pernah melihat kupu-kupu? Makhluk cantik itu membuat aku iri. Dia bermetamorfosis, dia berjuang untuk itu. Aku juga menginginkannya, metamorfosis, aku ingin berubah. Aku ingin menjadi sebenar-benarnya aku. Meskipun harus melewati fase panjang ini sendirian, fase panjang dalam pencarian. Nama yang terlanjur koyak karena keyakinan yang berlainan. Menjadi terasing, termarjinalkan. Demi satu tujuanku, bermetamorfosis. Aku hanya ingin menjadi sebenar-benarnya aku.
Kamis, 23 Oktober 2014
Momen Datang dan Menghilang
Ini menyenangkan, saat-saat menunggumu. Sekedar mengetahui kamu tiba-tiba online di salah satu media sosial. Rasa geregetan yang timbul membuat ingin bilang, "hey kamu, ini aku di sini!", yang seterusnya hanya akan jadi ingin semata. Lalu aku akan sengaja pergi menghilang sebelum aku terlanjur menikmati momen itu. Kali lain, kamu yang akan menghilang. Seperti sengaja membiarkanku mencari-cari kemunculanmu lagi.
Selasa, 30 September 2014
Rasa tersebut
Rabu, 09 Juli 2014
Pergi
Pukul 10.00 nanti, aku sudah memantapkan hati akan pergi.
Pukul 09.59, tetiba kamu datang lagi.
Pukul 11.11, aku masih di sini, hanya bisa memandang punggungmu yang menjauh (lagi).
Langganan:
Postingan (Atom)