Tentang hari ini
Terima kasih dengan sangat
bertanggung jawab kamu telah mendatangiku ke kota ini. Meskipun harus menahan
kantuk yang terus menggantung di ujung matamu sepanjang hari. Terima kasih
untuk menemui secara langsung dibandingkan bersembunyi diujung telepon. Terima
kasih telah menuntaskan segunung rindu dan lelah di hari – hari belakangan ini.
Tentang menjadi spesial
Terima kasih telah menjadi
hal-hal kecil yang kukagumi untuk diamati. Terima kasih telah menjadi rumah
untukku pulang dan bermanja di balik sikapku yang selalu memaksakan diri untuk
menjadi mandiri. Terima kasih untuk selalu memberiku ruang dan waktu di dekatmu
untuk beristirahat sebelum aku kembali berlari. Terima kasih telah menjadi peta
di saat tersesat.
Tentang menjadi setia
Terima kasih telah memahami bahwa
diduakan itu menyakitkan. Terima kasih telah mengerti bahwa menjaga setia
adalah salah satu upaya menjadi orang berlabel baik. Karena menjadi
setia itu harusnya tidak terhalang jarak. Karena menjadi setia itu harusnya
tidak tergantung musim.
Tentang bersikap spesial
Terima kasih telah menyadarkanku
akan kekakuanku. Terima kasih telah mengatakan ketakutanmu atas masa depanmu.
Terima kasih telah mengungkapkan kekuranganku akan sikap bermanja-manja. Terima kasih menjadikan ini
sebagai tanda jadi yang semu atas berakhirnya hubungan ini.
Tentang berakhir
Terima kasih telah mengakhiri dengan seperti ini. Setidaknya rasa
bersalahku karena memulai cerita ini atas pahit lain (yang tak kutahu) sedikit terbayar, dengan ending yang sama. Sehingga ketika suatu saat mungkin jika ada takdir lain, kata “kita”
bisa dimulai dengan fair.
Pada hakikatnya, kita semua akan mendahulukan jalan kita masing-masing
agar bisa menuju bahagia. Aku masih terus belajar memahami itu.
Terbanggi Besar, 16 Mei 2015
*dengan sedikit penyesuaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar